LUWUK, LUWUK POST—Tiga hari menjelang malam pergantian tahun, kasus konfirmasi positif di Kabupaten Banggai menunjukkan lonjakan yang signifikan.
Laporan Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai, menyebutkan, terdapat sedikitnya 79 kasus baru dalam tiga hari terakhir. Rinciannya satu kasus terkonfirmasi positif tanggal 29 Desember, 36 kasus pada 30 Desember dan 42 kasus baru terkonfirmasi positif pada Kamis (31/12). “Iya, dalam tiga hari terakhir ada penambahan 79 kasus baru,” kata Nurmasita Datu Adam, Juru Bicara Penanganan Covid-19 Kabupaten Banggai, Kamis (31/12).
Penambahan kasus baru ini tidak sebanding dengan kasus pasien yang dinyatakan sembuh. Dalam tiga hari terakhir dilaporkan hanya 16 kasus sembuh pada Kamis (31/12).
Merujuk pada laporan Satgas Covid-19 Kabupaten Banggai Kamis (31/12) akumulasi kasus konfirmasi sebanyak 436 orang. Rinciannya 42 kasus baru (isolasi mandiri), 100 kasus lama yakni 3 orang dirawat di rumah sakit, 97 orang isolasi mandiri. Total pasien sembuh sebanyak 271 orang dan meninggal 23 orang.
Satgas merinci sebaran 42 kasus baru masing-masing 16 dari Kecamatan Luwuk, 3 dari Kecamatan Bunta, Balantak Utara (1), Luwuk Utara (3), Kecamatan Luwuk Selatan (12), Lobu (1), Batui (1), Toili (4), dan Toili Barat (1).
Untuk sebaran 100 kasus lama yakni 45 di Kecamatan Luwuk, 15 di Kecamatan Luwuk Selatan, Nambo (2), Luwuk Utara (9), Kintom (3), dan Batui Selatan (4). Di Kecamatan Batui, Toili Barat, Bunta, dan Pagimana masing-masing 5 sebaran kasus, lalu Lobu dan Moilong hanya 1.
Sementara 6 kasus sembuh berasal dari Kecamatan Luwuk sebanyak 8 orang, Kecamatan Luwuk Selatan (2), dan Balantak (3). Sementara Kecamatan Toili, Masama, dan Luwuk Utara masing-masing 1 kasus sembuh.
Penularan Covid-19 masih perlu diwaspadai karena masih terus menunjukkan tren peningkatan. “Masih ada 110 sampel swab yang menunggu hasil dari Laboratorium Provinsi Sulteng,” kata Nurmasita Datu Adam, Kamis (31/12).
Perbaiki Penanganan di Daerah Zona Merah
Sementara itu, dilansir covid19.go.id, perkembangan peta zonasi risiko tingkat kabupaten/kota pekan ini masih menjadi catatan. Juru Bicara Satgas Penanganan Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menyayangkan daerah masuk zona merah atau risiko tinggi bertambah jumlahnya.
“Pada minggu ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada zona risiko tinggi. Jika pada minggu sebelumnnya (zona merah) terdapat 60 kabupaten/kota, pada minggu ini angkanya bertambah menjadi 76 kabupaten/kota,” jelasnya memberi keterangan pers perkembangan penanganan Covid-19 di Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa (29/12/2020) yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Meskipun daerah zona oranye atau risiko sedang menurun, dari 378 pekan lalu menjadi 377 pekan ini, yang masih disayangkan ialah pada zona kuning atau risiko rendah jumlahnya berkurang. Dari minggu sebelumnya 64, pekan ini menjadi 48 kabupaten/kota. Lalu pada daerah zona hijau tidak ada kasus baru dan tidak terdampak jumlahnya tetap yaitu masing-masing 8 daerah.
Meskipun daerah zona hijau tidak ada perubahan jumlahnya, namun Wiku meminta meningkatnya zona merah perlu menjadi bahan evaluasi untuk masing-masing daerah. Karena jika dilihat sejak Minggu pertama November, angka cenderung meningkat. Hal ini selaras dengan peningkatan kasus aktif, kasus positif dan kasus meninggal.
Melihat lebih rinci pada awal November, jumlah zona merah hanya berjumlah 19 dari 314 kabupaten/kota. Namun pekan ini angkanya meningkat drastis menjadi 76 kabupaten/kota. “Ini menandakan risiko penularan di tingkat kabupaten/kota mengalami perkembangan ke arah yang tidak baik. Mohon perbaiki zona daerahnya dengan cara meningkatkan disiplin protokol kesehatan,” tegas Wiku sebagaimana dilansir covid19.go.id. (ris)


![FOTO A_YUSRAN DIVAKSIN: Kepala BRSUD Luwuk, dr. Yusran Kasim, termasuk 10 tokoh yang disuntik vaksin Sinovac, di BRSUD Luwuk, Rabu (3/2). [Foto: Haris Ladici/Luwuk Post]](https://luwukpost.id/wp-content/uploads/2021/02/FOTO-A_YUSRAN.jpg)
