Mangrove Terjaga di Bangkurung

Luwukpost.id -

BANGGAI, LUWUK POST-Indikasi kerusakan di kecamatan yang terletak di Pulau Banggai, berbeda dengan Kecamatan Bangkurung, Kabupaten Banggai Laut. Luas hutan bakau di wilayah ini sekitar 197 hektare dan mayoritas terhampar di Desa Bone-bone.

Camat Bangkurung Sunarto Sululing mengatakan, di wilayahnya memang belum ada konservasi mangrove, tetapi kondisinya tidak mengalami perubahan karena alih fungsi lahan. “Penanaman atau perluasan itu belum ada,” tuturnya, Senin (25/1).

Saat turun lapangan beberapa bulan lalu, kata dia, kondisi hutan bakau di Bone-bone masih dalam kondisi baik, tidak ada alih fungsi menjadi permukiman. Karena itu, dari laut ketika masuk ke desa ini, akan dijumpai hutan bakau terlebih dahulu. “Tidak ada (alih fungsi), masih bisa,” jelas dia.

Selain menyimpan biota seperti kepiting, mangrove juga melindungi Desa Bone-bone dari ancaman abrasi pantai seperti saat ini. “Kalau kering ya kering. Kita di sana tidak sampai masuk ke jalan,” tuturnya.

Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Bangkurung, Abdul Hafid Kadir, mengakui, mangrove di Desa Bone-bone masih terjaga. “Masih bagus dan alami,” tuturnya. (ali)