Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) dan Konsultasi BIPRAL (Bapak, Ibu, Pemuda, Remaja, Anak, Lansia) Sinode Am Gereja (SAG) Sulawesi Utara – Tengah (Sulutteng) tahun 2026 resmi dimulai, Jumat (26/3). Jemaat GKLB Mawar Sharon, Gonohop, bertindak sebagai tuan rumah dalam agenda strategis yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Kegiatan yang dijadwalkan hingga 27 Maret ini diikuti oleh 225 peserta dari 13 sinode anggota SAG Sulutteng, yakni GMIM, GMIST, GMIBM, GPIG, KGPM, GERMITA, GMPU, KGMPI, GPID, GKST, GPIBT, GKLB, dan GPIBK. Forum ini bertujuan merumuskan arah pelayanan gereja di tengah dinamika kemajemukan bangsa.
Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong oleh Kepala Bidang Bimas Kristen Kanwil Kemenag Sulteng, Pdt. Dr. Martinus E. Bonggili, M.Th, yang hadir mewakili Kakanwil Kemenag Sulteng. Turut menyaksikan Sekretaris Umum PGI, Pdt. Dr. Darwin Darmawan.
Bupati Banggai, Amirudin Tamoreka, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten I Setda Banggai, Mujiono, menekankan agar gereja tidak hanya terjebak pada urusan internal.

Ketua SAG Sulutteng, Pdt. Jaqualine Soan Sumilat, S.Th, menambahkan bahwa gereja memiliki tanggung jawab besar dalam merawat toleransi. “Gereja Sulutteng harus berkontribusi bagi bangsa. Gereja hadir untuk menciptakan solidaritas dan menghadirkan cinta damai dalam kepelbagaian,” ujarnya.
Sidang tahun ini mengusung tema “Hiduplah sebagai terang yang membuahkan kebaikan, keadilan dan kebenaran” (Efesus 5:8b-9), dengan subtema fokus pada penguatan solidaritas kebangsaan serta pelestarian lingkungan (isu ekologis).
Acara ini dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya unsur Forkopimda, anggota DPRD Provinsi Ronald Gulla, Ketua Partai Hanura Happy Manopo, Dekan FISIP UPH Pdt. Dr. Edwin Martua Tambunan, serta Direktur Pascasarjana IAKN Manado Pdt. Dr. Wolter Weol.
Melalui pertemuan ini, SAG Sulutteng diharapkan menghasilkan rekomendasi strategis yang mampu menjawab tantangan sosial dan mempererat sinergi antar-gereja di wilayah Sulawesi Utara dan Tengah.(El)

Komentar