Setelah menuntaskan rangkaian pengabdian di tengah masyarakat, sebanyak 430 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Muhammadiyah-Berbasis (KKN-MB) Angkatan XL Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Luwuk Banggai tahun 2026 resmi kembali ke kampus.
Para mahasiswa tersebut sebelumnya ditempatkan di sejumlah wilayah pengabdian, di antaranya Kabupaten Banggai Kepulauan (Bangkep), Posko Kota dan Tombiobong. Penerimaan kembali mahasiswa berlangsung di kampus Unismuh Luwuk dan diterima langsung Rektor Unismuh Luwuk Banggai, Dr. Sutrisno K. Djawa, Senin (31/8/2026).
Ketua Lembaga Pengembangan, Pembelajaran dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP3M) Unismuh Luwuk, Dr. Risno Mina, mengatakan pelaksanaan KKN-MB Angkatan XL memberikan hasil yang cukup menggembirakan.
Berdasarkan evaluasi LP3M, program yang telah disusun mahasiswa selama berada di lokasi pengabdian dapat direalisasikan. Hal tersebut tidak hanya terlihat dari pelaksanaan KKN di Banggai Kepulauan, tetapi juga Posko Kota, Tombiobong, hingga mahasiswa yang mengikuti KKN-Mas di Kabupaten Malang.
“Di Bangkep, dari hasil evaluasi, Angkatan 40 punya cerita sendiri. Semua program yang direncanakan terlaksana dengan baik,” kata Risno.
Menurutnya, keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak, terutama DPL dan pemerintah desa yang menjadi lokasi pengabdian mahasiswa.
Ia menyampaikan penghargaan kepada para DPL yang secara konsisten mendampingi mahasiswa selama menjalankan tugas di lapangan. Pemerintah desa juga dinilai memberikan ruang dan dukungan kepada mahasiswa untuk menjalankan berbagai program yang telah disusun.
“Terima kasih kepada DPL yang sudah mendampingi mahasiswa. Terima kasih juga kepada pemerintah desa yang siap menemani dan mendampingi kami,” ujarnya.
Risno juga menyoroti pelaksanaan KKN di Tombiobong. Di tengah kondisi cuaca yang cukup menantang, mahasiswa tetap mampu menjalankan program pengabdian yang telah direncanakan.
Dari sisi evaluasi, LP3M melihat adanya perkembangan positif dibandingkan pelaksanaan KKN sebelumnya. Peningkatan tersebut terlihat dari kemampuan mahasiswa dalam menjalankan program sekaligus berinteraksi dengan masyarakat di lokasi masing-masing.
“Dari hasil penilaian kami sangat luar biasa. Ada peningkatan dari KKN sebelumnya,” ungkap Risno.
Meski demikian, tidak seluruh peserta dapat menyelesaikan rangkaian KKN secara penuh. Beberapa mahasiswa dari total 430 peserta masih harus mengikuti program KKN pada periode berikutnya.
Selain KKN-MB, Unismuh Luwuk juga mengirim dua mahasiswa mengikuti KKN-Mas di Kabupaten Malang. Dalam kegiatan tersebut, salah satu mahasiswa bahkan mendapat kesempatan menjadi peserta seminar yang diikuti lebih dari seribu peserta.
Bagi Risno, pengalaman tersebut menjadi bagian penting dari proses pembelajaran mahasiswa. Sebab, pengabdian tidak hanya memberikan pengalaman dalam menjalankan program di tengah masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan dan jejaring.
Ia berharap pengalaman selama KKN dapat terus dibawah mahasiswa setelah kembali ke kampus dan menjadi bekal untuk berkontribusi di tengah masyarakat.
“Terima kasih kepada semua pihak dan mahasiswa yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan KKN-MB Angkatan XL,” pungkasnya. (*/and)

Komentar