Cuaca panas ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Banggai selama musim kemarau memicu risiko gangguan kesehatan dan dehidrasi pada masyarakat. Menanggapi kondisi tersebut, UPTD Puskesmas Simpong mengimbau warga untuk memperketat langkah antisipasi guna menjaga stamina tubuh.
Kepala UPTD Puskesmas Simpong, Sumiatri Yanti Emping, SKM, mengingatkan pentingnya pemenuhan asupan cairan harian secara rutin tanpa harus menunggu rasa haus muncul.
“Dalam menghadapi cuaca panas seperti saat ini, penting sekali menjaga kesehatan dan mencegah dehidrasi. Pastikan tubuh mendapatkan cukup cairan dengan rutin minum air putih,” ujar Sumiatri kepada Luwuk Post, Senin (21/9/2026).
Selain kecukupan cairan, masyarakat diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan, khususnya saat terik matahari mencapai puncaknya. Jika terpaksa beraktivitas di luar, warga disarankan mengenakan pakaian ringan yang menyerap keringat, menggunakan pelindung seperti topi atau payung, serta mengutamakan area berteduh.
Pola makan seimbang juga menjadi perhatian. Sumiatri menyarankan konsumsi buah-buahan dan makanan bergizi, sekaligus membatasi minuman tinggi gula maupun tinggi kafein.
Perhatian ekstra perlu diberikan kepada kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan warga dengan riwayat penyakit kronis.
“Jika mengalami keluhan pusing, lemas, mual, kram otot, sakit kepala, atau suhu tubuh terasa sangat tinggi, segera beristirahat di tempat sejuk dan minum air. Bila gejala tidak membaik atau semakin berat, segera periksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat,” pungkasnya.(*/ap)

Komentar