Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Banggai menggelar Pertemuan dan Demo Memasak Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) tingkat Kecamatan Luwuk Selatan di Aula Kantor Camat Luwuk Selatan, Selasa (22/9/2026).
Kegiatan yang diikuti Tim Pendamping Keluarga (TPK) serta Keluarga Beresiko Stunting (KRS) dari tiga lokus Kampung KB Kelurahan Simpong, Hanga-Hanga Permai, dan Tanjung Tuwis serta kelurahan dan desa di Kuwuk Selatan ini berfokus pada edukasi dan praktik langsung pengolahan pangan lokal bergizi seimbang.
Kepala DP2KBP3A Kabupaten Banggai, Helena A. Padeatu, dalam sambutannya menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan langkah konkret dan tindak lanjut (action) dari program pencegahan stunting yang selama ini diprogramkan pemerintah daerah.
“Bupati Banggai berulang kali mengingatkan agar kegiatan pemda tidak hanya sebatas sosialisasi, tetapi harus ada action dan tindak lanjut nyata. Demo masak dalam program DASHAT ini adalah wujud aksi tersebut,” tegas Helena.
Ia menjelaskan, DP2KBP3A mengambil peran pada sisi pencegahan sejak dini—mulai dari masa kehamilan hingga balita—agar anak terhindar dari kondisi stunting. Melalui DASHAT, masyarakat diajarkan memanfaatkan bahan pangan lokal yang terjangkau dan mudah didapat di lingkungan sekitar, seperti pemanfaatan pekarangan rumah untuk menanam sayuran.
“Harapan kami, kegiatan ini menjadi sarana edukasi sekaligus pemberdayaan bagi kader dan keluarga, sehingga mampu memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Helena. Ia juga menyebutkan program DASHAT digulirkan secara beruntun, diawali di Kecamatan Luwuk pada minggu lalu, Luwuk Selatan hari ini, dan dilanjutkan ke Kecamatan Luwuk Utara minggu depan serta kecamatan lainnya.
Sementara itu, Camat Luwuk Selatan, Muh. Fauzan Pawata, mengapresiasi setinggi-tingginya inisiasi DP2KBP3A dan BKKBN yang memusatkan kegiatan ini di kantor kecamatan setempat.
Fauzan menekankan pentingnya penguatan pemahaman pola makan sehat bagi para ibu rumah tangga, terutama dalam membatasi konsumsi makanan instan dan jajanan ringan pada anak.
“Anak-anak kerap menyukai makanan instan seperti mi dan snack. Lewat demo masak ini, ibu-ibu diberikan pemahaman bagaimana mengolah pangan lokal menjadi makanan yang bergizi tinggi untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak,” jelas Fauzan.
Selain mengedukasi pengolahan gizi, keberadaan DASHAT di tingkat Kampung KB bertujuan menepis mitos bahwa makanan sehat itu mahal, sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat setempat.
Seluruh pembiayaan kegiatan demo memasak DASHAT tahun 2026 ini dibebankan pada Dana Bantuan Operasional Keluarga Berencana (BOKB) DP2KBP3A Kabupaten Banggai Tahun Anggaran 2026.(ap/mm)

Komentar