BALANTAK UTARA, LUWUK POST – Penutupan Pagelaran Pulo Dua yang sekaligus menandai berakhirnya Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran dan Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Angkatan XXXIII Universitas Tompotika (Untika) Luwuk, berlangsung meriah di Kecamatan Balantak Utara, Rabu malam (20/5).
Acara dihadiri unsur pemerintah kecamatan dan desa, tokoh masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, pimpinan kampus Untika, dosen pembimbing lapangan (DPL), serta warga setempat.
Rektor Untika, Taufik Bidullah, menekankan bahwa keberhasilan KKN tidak hanya diukur dari banyaknya program kerja mahasiswa, tetapi juga dari kualitas kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. 
“Mahasiswa kami sejatinya hanya fasilitator. Yang ingin kami sentuh adalah kesadaran masyarakat dan pemerintah untuk membangun daerahnya sendiri,” ujarnya.
Taufik menambahkan, Pagelaran Pulo Dua menjadi bukti nyata kerja sama yang baik antara mahasiswa, pemerintah desa, kecamatan, dan warga dalam menjaga budaya sekaligus mendorong pembangunan lokal.
“Ini sebenarnya menjadi parameter keberhasilan KKN,” katanya.
Selama KKN, mahasiswa menginisiasi berbagai program yang mendorong pengembangan potensi lokal di bidang ekonomi, pariwisata, sosial, dan budaya. Namun, Taufik menekankan, apa yang dilakukan mahasiswa hanyalah stimulan. Kemajuan desa tetap bergantung pada keterlibatan masyarakat dan pemerintah, sehingga kontinuitas program sangat penting.
Ia juga menyoroti budaya dan kuliner lokal yang ditampilkan dalam Pagelaran Pulo Dua sebagai identitas masyarakat yang harus terus dilestarikan.
“Lewat adat dan kuliner khas, kita menarasikan siapa sebenarnya kita,” ungkapnya.
Sementara itu, mewakili Camat Balantak Utara yang berhalangan hadir, Sekretaris Kecamatan menyampaikan apresiasi atas pengabdian mahasiswa selama kurang lebih 45 hari. Ia menekankan, mahasiswa tidak hanya menjalankan program kerja, tetapi juga belajar memahami karakter dan dinamika sosial masyarakat secara langsung.
Kolaborasi mahasiswa, pemerintah desa, dan warga membuat rangkaian kegiatan Pagelaran Pulo Dua berjalan lancar. Penutupan dimeriahkan oleh penampilan seni budaya daerah dari Banggai, Balantak, Saluan, dan Andio (Babasalan), serta penyerahan hadiah untuk para pemenang lomba. (el)

Komentar