BALANTAK, Rektor Universitas Tompotika Luwuk resmi membuka Seminar Kabupaten KKN-PPM Angkatan XXXIII Tahun 2026 di Kecamatan Balantak, Kamis (21/5).
Seminar tersebut dilaksanakan sebagai ajang pemaparan hasil pengabdian mahasiswa yang telah menjalankan program pemberdayaan masyarakat di berbagai desa lokasi KKN-PPM.
Kegiatan itu dihadiri Camat Balantak Akram Budjang, jajaran civitas akademika Untika Luwuk, panitia KKN-PPM, perangkat kampus, serta sejumlah kepala desa. 
Peserta seminar yang mempresentasikan program kerja merupakan perwakilan mahasiswa KKN-PPM yang terdiri dari koordinator kecamatan (korcam), serta masing-masing koordinator desa (kordes) dan sekretaris dari 59 posko/desa yang tersebar di tujuh kecamatan, yakni Kecamatan Masama, Mantoh, Lamala, Balantak, Balantak Utara, Balantak Selatan, dan Bualemo, serta satu posko kampus Untika di Kecamatan Luwuk. Dengan demikian, total posko KKN-PPM Angkatan XXXIII Tahun 2026 berjumlah 60 posko.
Dalam sambutannya, Rektor Untika mengatakan seminar kabupaten menjadi wadah pemaparan dan evaluasi terhadap seluruh program kerja mahasiswa selama melaksanakan KKN-PPM di tengah masyarakat.
“Seminar ini sesungguhnya adalah momen untuk mengekspose seluruh program yang telah dilaksanakan mahasiswa selama ditempatkan di lokasi KKN-PPM,” ujarnya.
Selain itu, menurutnya, seminar kabupaten juga menjadi sarana evaluasi terhadap pelaksanaan program kerja mahasiswa di lapangan, baik program yang telah terealisasi maupun yang belum sempat dilaksanakan.
“Kegiatan ini menjadi sumber informasi untuk mengevaluasi besaran anggaran maupun hambatan-hambatan dalam pelaksanaan program kerja, sehingga dapat menjadi tolak ukur dalam perencanaan program ke depan,” katanya.
Ia menambahkan, mahasiswa memiliki peran penting sebagai penggerak pembangunan daerah melalui berbagai program yang langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Mahasiswa adalah penggerak dan pejuang pembangunan. Hasil seminar ini menjadi pemantik dan motivasi, terutama pemerintah dan masyarakat dalam kepentingan kemajuan kita bersama,” tambahnya.
Sementara itu, Camat Balantak Akram Budjang menyebut KKN-PPM merupakan bagian dari proses pembelajaran yang memberikan pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam pengabdian di tengah masyarakat.
“Kami melihat bahwa KKN-PPM adalah bagian yang sangat penting karena telah memberikan kontribusi nyata, ucapnya.
Ia juga menambahkan bahwa kegiatan tersebut akan menjadi pembelajaran yang nantinya diimplementasikan dalam tugas-tugas kampus maupun kehidupan di luar kampus,” tambahnya.
Seminar kabupaten tersebut mengusung tema “Pemberdayaan Masyarakat Berbasis Potensi Lokal untuk Mewujudkan Kesejahteraan yang Berkelanjutan.”
Seminar berlangsung selama satu hari, sehari setelah penarikan mahasiswa KKN-PPM, sebagai bagian dari penyelesaian tugas kurikuler untuk memperoleh gelar sarjana strata satu (S1). (el)

Komentar