Wisatawan Brazil: Banggai Luar Biasa, tapi Sampah Jadi Ancaman Nyata

Luwukpost.id -

BANGGAI, — Kawasan wisata Banggai Bersaudara (Kabupaten Banggai, Banggai Kepulauan, dan Banggai Laut) dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi internasional masa depan menyaingi Bali. Meski demikian, persoalan tata kelola sampah yang buruk menjadi ancaman serius yang harus segera dibenahi pemerintah daerah setempat sebelum sektor pariwisata telanjur rusak.

Hal tersebut diungkapkan oleh iorua Serrano, seorang wisatawan asal Brazil, saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke sejumlah destinasi di wilayah Banggai Bersaudara, Senin (13/7/2026).

iorua mengaku terpikat dengan pesona alam Banggai yang menurutnya jauh lebih alami dibandingkan destinasi populer lainnya di Indonesia. Menurutnya, meskipun fasilitas penunjang belum selengkap di Bali, keaslian alam Banggai justru menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang mencari petualangan.

“Kami datang ke Banggai Laut karena ini adalah surga yang belum terjamah massal, jauh lebih pedesaan dan orisinal. Memang tidak memiliki kenyamanan infrastruktur seperti di Bali, tetapi kami menikmati petualangan menemukan tempat-tempat yang hanya diketahui sedikit orang,” ujar iorua.

Ia bahkan memprediksi kawasan Banggai Bersaudara, bersama dengan Kepulauan Togean di Tojo Una-Una, memiliki prospek cerah untuk menjadi pusat pariwisata baru. “Pantai-pantai di Banggai sangat indah, dan kualitas snorkeling di sini bahkan jauh lebih baik daripada di Bali,” lanjutnya.

Di balik kekagumannya, iorua yang bekerja sebagai tenaga pendidik guru) di Brazil ini memberikan catatan kritis terkait masalah kebersihan di kawasan wisata tersebut. Ia menyoroti banyaknya tumpukan sampah di destinasi-destinasi unggulan yang ia kunjungi, sebuah pemandangan yang menurutnya sangat menyedihkan bagi para pelancong.

Ia mengingatkan bahwa pertumbuhan jumlah wisatawan di masa depan akan berbanding lurus dengan peningkatan volume sampah. Jika tidak diantisipasi sejak dini, krisis lingkungan ini dipastikan akan merusak citra dan perkembangan pariwisata Banggai.

“Saya percaya hal yang paling mendesak saat ini adalah mengembangkan proyek pengumpulan dan daur ulang sampah. Limbah adalah masalah yang sangat mengkhawatirkan. Seiring bertambahnya turis, masalah yang sudah signifikan ini akan menjadi lebih besar,” tegas iorua.

Menurutnya, masalah manajemen sampah bukan hanya isu lokal di Sulawesi Tengah, melainkan tantangan besar yang dihadapi oleh hampir seluruh wilayah di Indonesia.

Di akhir wawancara, iorua berharap pemerintah daerah di wilayah Banggai Bersaudara segera mengambil tindakan konkret dan preventif dalam pengelolaan lingkungan. Ia tidak ingin Banggai mengulangi kesalahan yang terjadi di destinasi besar lainnya.

“Saya berharap pemerintah bertindak sekarang sebelum Banggai menjadi seperti Bali, di mana (karena masalah lingkungan) hampir semua wisatawan akhirnya jatuh sakit,” pungkasnya. (*/AP)

Komentar