Stok Sembako Aman Jelang Ramadan

Luwukpost.id -

Kantor Cabang Bulog Luwuk memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, khususnya beras dan minyak goreng, dalam kondisi aman menjelang bulan suci Ramadan dan Idul Fitri 1447 H/2026 M. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan panic buying.

Kepala Cabang Bulog Luwuk, M. Sofyan Sohilauw, menyatakan bahwa cadangan pangan yang tersimpan di gudang-gudang Bulog saat ini sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di wilayah kerja Cabang Luwuk.

“Persiapan stok menjelang puasa dan Idul Fitri tahun 2026 Alhamdulillah cukup aman. Masyarakat tidak perlu khawatir sehingga bisa beribadah dengan baik,” ujar Sofyan saat memberikan keterangan pada Jumat (30/1/2026).

Sofyan merincikan, saat ini stok beras yang tersedia di gudang mencapai 4.600 ton. Sementara untuk minyak goreng, Bulog mengantongi stok sebanyak 77.000 liter. Jumlah minyak goreng ini diprediksi akan terus bertambah seiring adanya pasokan baru pada minggu pertama Februari dari pihak produsen.

Terkait harga, Sofyan menegaskan bahwa Bulog tetap mengikuti aturan harga yang telah ditetapkan pemerintah, diantaranya yakni,
Harga penjualan Beras Medium untuk SPHP Rp11.000 per kilogram, pembelian beras medium 12.000 per kilogram (harga di gudang, kemudian Minyak Goreng Kita: Rp14.500 per liter dan Minyak Goreng Premium: Rp18.700 per liter.

“Bagi masyarakat yang ingin membeli, bisa langsung datang ke Kantor Bulog Cabang Luwuk di Hang-Hanga untuk melakukan pemesanan,” tambahnya.

Menanggapi isu kekeringan dan potensi gagal panen akibat cuaca ekstrem yang diprediksi BMKG, Sofyan menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan langkah antisipasi dengan tetap menyerap hasil panen petani lokal. Meski tidak berkomentar jauh mengenai wilayah terdampak kekeringan, ia memastikan proses pengadaan tetap berjalan.

“Kami terus melakukan pengadaan dengan membeli beras dari petani di Kecamatan Toili. Per hari ini saja, sudah masuk sebanyak 50 ton di gudang Toili,” jelasnya.

Menutup keterangannya, Sofyan meminta masyarakat untuk bijak dalam berbelanja dan tidak mudah terprovokasi oleh informasi yang tidak jelas sumbernya.

“Harapan kami masyarakat tidak perlu panik hingga menimbun stok barang. Jangan percaya isu atau berita hoax di media sosial mengenai dampak cuaca terhadap kelangkaan barang. Semua tersedia, tidak perlu panik,” pungkasnya.(AP)

Komentar